Tips Melakukan Taruhan Judi Bola Online Liga Eropa

Pasang Taruhan di Liga Eropa

Tak dapat ditampik bahwa perkembangan zaman telah merambah di berbagai lini kehidupan masyarakat. Teknologi memberi kemudahan dalam berbagai segi kehidupan manusia. Bahkan dalam dunia perjudian, teknologi menjadi salah satu hal yang dimanfaatkan bagi pelaku bisnis satu ini. Dengan adanya teknologi pemasangan taruhan bisa dilakukan dengan mudah dan dalam waktu yang relatif singkat.

Salah satu lini online gambling yang ramai saat ini adalah judi bola. Sebenarnya, tak hanya bola yang dijadikan ajang pertaruhan judi, olahraga lain pun banyak yang dijadikan pasar taruhan, hanya saja sepak bola merupakan olahraga yang banyak digandrungi orang-orang di seluruh penjuru dunia. Apalagi jika yang bertanding adalah tim-tim asal Benua Biru.

Dari waktu ke waktu, petaruh-petaruh ulung mencoba merumuskan beberapa metode dan strategi khusus agar bias memenangkan permainan judi bola yang diikuti. Namun, untuk Anda yang masih pemula dalam hal ini bisa mengikuti metode-metode yang terbukti ampuh untuk meningkatkan persentase peluang kemenangan Anda dalam taruhan.

Riset Sebelum Taruhan

Melakukan riset sebelum melepaskan taruhan memang harus dilakukan. Hal ini akan sangat memengaruhi keputusan yang Anda ambil ketika memilih tim mana yang akan Anda pasangi taruhan. Carilah informasi mengenai kedua tim yang akan bertanding. Informasi mengenai performa tim, kekuatan kedua tim di atas kertas, strategi yang digunakan, line up pemain yang akan diturunkan, juga tentang keuntungan bermain kandang atau tandang.

Melakukan riset ini sebenarnya tidak sulit, karena ada media Internet di mana Anda dapat menemukan beragam informasi di dalamnya. Namun, Anda harus jeli menemukan berita mana yang benar dan mana yang tidak benar. Anda juga harus memastikan berita yang Anda baca merupakan update terbaru, bukan berita basi yang tak bisa lagi dijadikan pegangan.

Cara Memilih Agen Mitra Judi Bola

Pemilihan agen adalah kunci membuka pintu yang menyambungkan Anda dengan permainan judi bola. Di agen inilah uanga Anda akan berputar melalui proses deposit, penarikan atau transfer. Di agen ini juga Anda akan memilih permainan yang sesuai dengan apa yang Anda sukai dan tempat Anda memasukkan taruhan Anda. Jika kurang hati-hati Anda bisa terjebak pada cyber crime.

Jika Anda terjebak kejahatan online, jangankan memenangkan permainan judi bola, bahkan Anda tidak akan bisa merasakan nikmatnya bermain. Carilah agen yang dapat dipercaya, selidiki track record-nya sebelum Anda memutuskan untuk bermain. Berikut beberapa tips agar Anda dapat menemukan agen gambling yang terpercaya:

  1. Pastikan fasilitas bandar judi. Sebuah fasilitas merupakan hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan seleksi bandar judi. Karena dengan adanya fasilitas terbaik dan unggulan semua jalannya permainan bisa diikuti secara lebih mudah. Menyediakan fasilitas lengkap juga merupakan ciri bahwa agen judi tersebut memang benar-benar dapat dipercaya.
  2. Menyediakan Permainan Lengkap. Terdapat beragam jenis permainan juga bisa menunjukkan bahwa dalam kategori situs terpercaya. Biasanya sudah banyak member resmi yang bergabung dan mereka semua aktif bermain. Permainan beragam juga bisa dinikmati dengan memakai satu akun judi terdaftar. Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, Anda dengan leluasa memilih salah satu atau beberapa permainan yang Anda sukai.
  3. Meminta Rekomendasi Pemain Lain. Untuk memastikan tingkat kepercayaan sebuah bandar, banyak sekali Upaya yang harus dilakukan pemain. Salah satunya adalah menanyakan kepada pemain profesional yang terlebih dahulu menemukan Bandar pilihan mereka. Dengan mendapat rekomendasi, Anda memiliki pertimbangan lebih dalam menentukan percaya tidaknya Anda pada suatu situs judi online.

Menentukan Permainan dan Besaran Taruhan

Ada puluhan bahkan ratusan jenis permainan judi online yang ditawarkan oleh bandar judi bola online, Anda harus jeli memilih mana yang tepat bagi Anda, karena setiap permainan ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dari mulai yang paling sederhana hingga yang paling rumit. Jadi, pastikan Anda memilih permainan yang cocok untuk Anda mainkan, pahami bagaimana peraturan bermain juga cara kerjanya.

Anda pun patut berhati-hati dalam menentukan besaran taruhan dalam sekali bermain. Jangan karena keuntungan yang menggiurkan, akhirnya Anda menghabiskan semua uang Anda ke dalam satu taruhan. Ini hanya akan membuat Anda rugi karena Anda akan langsung bangkrut ketika kalah dalam permainan tersebut.

Lima Pemain Muda Calon Bintang Masa Depan Inggris

Berita Bola Liga Inggris

Inggris memang selalu menjadi salah satu negara Eropa yang menghasilkan pemain-pemain bintang sepak bola dunia. David Beckham menjadi salah satu nama yang tak bisa dilupakan oleh para pecinta bola. Pemain satu ini memang sangat piawai memainkan bola di lapangan hijau. Membawa klub dan Tim Nasional menjadi juara sudah pernah dilakukannya.

Kini, pemain-pemain muda asal Inggris pun kini mulai menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Bahkan beberapa di antaranya sudah menjadi pemain utama dalam tim-tim besar Premier League. Sebut saja Marcus Rasford dan Phil Foden, dua pemain ini sudah merumput bersama tim utama Manchester United dan Manchester City dan sudah memperlihatkan talenta luar biasa mereka.

Kemampuan pemain-pemain muda ini disebut bakal menjadi tumpuan sepak bola Inggris di masa depan. Menjadi bintang yang bersinar lebih terang dan meramaikan kompetisi sepak bola lokal maupun internasional. Para pemain muda ini diprediksi akan menjadi senjata berbahaya baik bagi klub maupun Tim Nasional Inggris. Lalu, siapa sajakah mereka? Mari berkenalan dengan lima calon bintang masa depan Inggris.

Pemain Bola Jadon Sancho

Pemain yang sempat dibuang oleh Manchester City ini, ternyata bersinar setelah membersamai Borussia Dortmund di Liga Jerman. Dalam 17 laga berjersey Dortmund, pemain 18 tahun ini sudah menyumbangkan 6 gol dan 8 assist padahal sebagian besar penampilannya di lapangan, Sancho hanyalah sebagai pemain pengganti. Namun, Sancho mampu memperlihatkan kelihaiannya di lapangan.

Sancho menunjukkan kepada dunia bahwa keputusan Manchester City mendepaknya dari line up pemain klub asal Inggris itu adalah sebuah kesalahan. Pemain yang pernah bergabung sebanyak tiga kali di Tim Nasional Inggris ini, menampakkan kepiawaiannya dalam mengolah kulit bundar di lapangan dan hal ini membuat dirinya diprediksi akan menjadi salah satu calon bintang masa depan Inggris.

Pemain Bola Phil Foden

Gelandang Manchester City ini telah mencetak 3 gol untuk timnya dalam 17 kali pertandingan yang ia mainkan. Phil Foden sendiri menjadi langganan Tim Nasional Inggris usia muda. Ia pernah bergabung di Tim Nasional U-16, U-17, U-18, U-19, dan U-21 Inggris. Penampilannya yang konsisten membuat jalannya bergabung bersama tim nasional senior Inggris terbuka lebar. Hanya menunggu waktu hingga Foden mengisi jajaran pemain di Tim Nasional Inggris.

Pemain Bola Ryan Sessegnon

Nama pemain satu ini mencuat setelah berhasil membawa Fulham naik ke kasta tertinggi Liga Inggris, Premier League. Ryan Sessegnon heboh diberitakan karena permainannya yang hemilang bersama Fulham. Setelah lulus dari akademi sepak bola pada tahun 2015, Ryan Sassegnon bermain di tim Under 18 Fulham. Setahun kemudian saat berusia 16 tahun, ia dipromosikan ke tim utama Fulham.

Usianya yang terbilang muda dengan talenta yang gemilang, menjanjikan masa depan karier sepak bola Rya Sassegnon akan cerah. Pemain yang belum genap berusia 20 tahun ini bisa menempati posisi bek dan gelandang kiri. Keadaan Fulham yang tengah berada di zona degradasi Liga Inggris membuat orang-orang mulai mengaitkan Sessegnon dengan berita kepindahan ke tim-tim yang lebih besar.

Pemain Bola Trent Alexander-Arnold

Pemain bek kanan berusia 20 tahun ini merupakan pemain bertalenta milik Inggris dan kini menjadi andalan Liverpool. Kelihaiannya bermain di lapangan bahkan bisa menggusur Nathaniel Clyne. Usia yang masih terbilang muda tak membuat Arnold dipandang sebelah mata. Nyatanya, pemain satu ini masuk dalam skuad Tim Nasional Inggris di Piala Dunia 2018.

Jika melihat performa memukau yang ditunjukkan Arnold sebagai pemain belakang di lapangan hijau, bukan sesuatu yang mustahil jika dalam beberapa tahun mendatang, Arnold akan menjadi salah satu pemain andalan Tim Nasional Inggris. Bahkan banyak pengamat sepak bola yang memprediksi bahwa Arnold akan menjadi incaran klub-klub kenamaan dunia.

Pemain Bola Marcus Rasford

Satu lagi calon bintang masa depan asal negeri Ratu Victoria, Marcus Rasford. Dalam usia 21 tahun, Rashford sudah 31 kali tampil bersama Tim Nasional Inggris. Dalam 26 laga bersama Manchester United, ia sudah mencetak 8 gol ke gawang lawan. Oleh karena itu, Rashford menjadi salah satu pemain andalan MU sejak era Louis van Gaal dan sepertinya akan terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang.

Mengintip Liga Serie A, Salah Satu Liga Terbaik di Dunia

Judi Bola Liga Italy

Italia merupakan negara yang terletak di benua Eropa, tepatnya di jantung laut Mediterania. Negara yang sering disebut lo Stivale ini memiliki penduduk mencapai 61 juta jiwa. Menara Miring di Pisa merupakan salah satu icon terkenal dari Italia. Namun, bagi para pecinta olahraga sepak bola, Italia terkenal akan Liga Serie A-nya.

Liga Serie A atau juga sering disebut Serie A TIM merupakan liga sepak bola profesional tertinggi dalam sistem liga sepak bola Italia. Liga ini sudah berjalan selama lebih dari delapan puluh tahun. Serie A sendiri dikenal karena permainannya yang cantik. Pesona permainan indah yang sarat akan detail taktik merupakan keunggulan liga satu ini dibanding liga-liga negara Eropa lainnya.

Mengenal Liga Serie A

Liga Serie A pertama kali dibentuk pada tahun 1898 dengan format kejuaraan, tapi musim 1929-1930 format diganti menjadi sistem kompetisi, yang dimulai pada bulan Agustus hingga Juni dan dipakai hingga sekarang. Mulanya liga ini dijalankan oleh Lega Calsio hingga 2010, tetapi pada awal musim 2010-2011 Serie A dijalankan oleh organisasi baru, Lega Serie A.

Serie A mencapai puncak kejayaan pada tahun 1990-an hingga pertengahan 2000-an dan dianggap sebagai salah satu liga terbaik di dunia. Serie A sendiri telah menghasilkan sejumlah finalis Liga Champions UEFA, tercatat dua puluh enam kali klub Italia berhasil mencapai final kompetisi bergengsi Eropa tersebut dan berhasil dua belas kali memenangkan gelar tersebut.

Selain menempati peringkat keempat di liga sepak bola Eropa, di bawah Liga Utama Inggris, La Liga Spayol dan Bundesliga Jerman, Serie A juga menduduki peringkat lima seri sepak bola terbaik dunia menurut IFFHS tahun 2011. Hal ini membuktikan bahwa Serie A merupakan salah satu liga terbaik di dunia.

Format Klub dalam Musim Liga Serie A

Waktu pelaksanaan kompetisi Liga Serie A adalah dari bulan Agustus hingga Juni di tahun berikutnya. Sejak pertama kali dibentuk di tahun 1898, Serie A sudah mengalami perombakan format pertandingan, yang awalnya kejuaraan menjadi sistem kompetisi. Pada sistem kompetisi pun sudah beberapa kali dilakukan perubahan jumlah klub yang mengikuti liga nomor satu Italia ini.

Di tahun 1946-1947, ada 20 klub yang merumput di Serie A. Jumlah ini bertambah menjadi 21 klub di musim 1947-1948 dan kembali menjadi 20 klub pada musim berikutnya hingga musim 1952. Di musim 1952 hingga 1967, jumlah klub di Serie A menurun menjadi 18 klub saja. Di tahun berikutnya 1957-1988 hanya 16 klub yang berkompetisi di liga ini. Di 1988-2004 jumlah klub kembali ke angka 18 dan sejak 2004 hingga sekarang kembali ke format 20 klub.

Pada sistem kompetisi, dipakai sistem pertandingan kandang dan tandang dengan total 38 pertandingan (jika yang ikut 20 klub) untuk setiap klub. Setiap klub akan melakoni 19 kali pertandingan dengan tim lawan yang berbeda di paruh musim pertama, lalu melakoni jumlah pertandingan yang sama di musim berikutnya. Perbedaannya hanyalah tempat pertandingannya, yang sebelumnya kandang menjadi tandang, begitupun sebaliknya.

Nilai yang didapat masing-masing klub berbeda, tergantung hasil pertandingan. Tim yang menang akan mendapat 3 poin dan yang kalah tidak akan mendapatkan poin. Untuk hasil pertandingan imbang, masing-masing tim akan mendapatkan nilai 1. Tim yang mengumpulkan nilai terbanyak di akhir musim akan menjadi juara liga Serie A dan mendapat gelar Scudetto.

Klub-klub Terbaik Serie A

Membahas Serie A tanpa klub-klub terbaik di dalamnya akan terasa kurang. Klub Serie A yang paling jenama sekarang ini adalah Juventus, karena berhasil meraih kampium untuk ketujuh kalinya secara beruntun. Juventus sendiri sudah mengantongi 33 gelar juara, 21 runner up, dan 13 kali di posisi tiga besar Serie A.

Klub Inter Milan juga memiliki capaian bagus di Serie A. Inter Milan menjadi satu-satunya tim yang tidak pernah absen berlaga di Seri A. Dengan raihan 18 gelar Scudetto, 14 runner up, dan 21 kali berada di posisi 3. Selanjutnya ada Internazionale, yang sudah memiliki raihan kampium yang sama dengan Milan, ditambah 14 kali posisi dua dan jumlah yang sama untuk posisi tiga.

Pasang Surut Perjalanan Juventus, Sang Legenda Sepak Bola Dunia

Bermula dari nama Societa Via Port, Juventus dibentuk pada tahun 1897. Kemudian nama Societa Via Port berganti menjadi Societa Sportive Massimo D’Azeglio, tapi nama tersebut tak jua memberi keberuntungan sehingga Sport Club Juventus akhirnya dipakai. Ternyata, nama tersebut berhasil menarik hati para pendiri sehingga mereka pun sepakat menggunakannya.

Juventus berbasis di Turin, Piedmont, Italia. Klub ini sudah mengalami pahit manis dunia sepak bola Italia dan Eropa. Juventus sudah mengarungi beragam sejarah yang mematangkannya sebagai klub tersukses dalam sejarah Liga Italia Serie A. Dengan raihan 28 gelar juara, Juventus menempatkan diri sebagai klub terbaik Italia di abad ke-20 dan dianggap sebagai legenda sepak bola dunia.

Rekam Raihan Terbaik Juventus

Juventus mulai mendapat perhatian di tahun 1897. Walaupun pertandingan pertama Juventus berakhir dengan kekalahan, bahkan menjadi bulan-bulanan. Rupanya, hal itu sama sekali tidak membuat Juventus mendapat hinaan, justru menuai pujian. Skill individu para pemain yang dianggap lumayan dan memiliki potensi untuk berkembang, menjadikan tim satu ini mendapat pujian bahkan dari sang lawan.

Pada 1900, Juventus sudah menjadi bagian liga profesional dan mencapai final fi musim kompetisi 1903-1904. Sukses pertama Juventus diraih pada 1905, ketika menjuarai grup Piedmont dengan mengandaskan Milan dan menahan seri Genoa. Sukses kedua niscaya akan diraih, andai saja Juventus tidak memutuskan walk-out dari pertandingan final kompetisi 1906 ketika berhadapan dengan AC Milan.

Juventus baru meraih kembali momentum saat membungkan Genoa di final Grup Utara pada tahun 1920, walaupun kala itu Juventus gagal mencicipi gelar juara karena dijegal oleh Inter Milan. Berkat pengambilalihan kepemilikan Juventus di tahun 1923 oleh Edoardo Agnelli, pemilik FIAT, Juventus kembali meraih scudetto kedua pada 1925 dengan menekuk Alba Roma dengan agregat 12-1.

Pasang Surut Perjalanan Juventus

Masa-masa berikutnya, Juventus mengalami pasang-surut prestasi. Bergabungnya Omar Sivori dan John Charles di tahun 1957 membuat Juventus dapat meraih gelar ke sepuluh. Namun, di musim berikutnya Juventus harus puas berada di posisi 4. Barulah di 1959 Juventus kembali meraih juara dan memertahankannya selama dua tahun berikutnya. Setelah itu, performa Juve kembali surut dan baru kembali bangkit di 1966.

Adanya konfik di dalam Juventus, membuat klub ini tak mendapat gelar apa pun pasca 1966. Dengan perubahan formasi pemain, taktik, pelatih, serta perombakan manajemen klub, akhirnya bisa mengantarkan Juventus meraih puncak di 1971. Permainan apik Bettega dan Causio kala itu dapat meredam AC Milan. Lalu kehadiran penjaga gawang Dino Zoff dan Jose Altafini di tahun berikutnya memperpanjang gelar Juventus.

Kebangkitan Sang Legenda

Masa perjalanan yang panjang telah merekam gelar dan kesuksesan Juventus. Masa keemasan berganti dengan keterpurukan, badai skandal mengguncang Juventus, menyebabkan klub ini harus turun kasta ke Serie B pada musim 2006-2007. Hal ini tentu saja membuat para pemain, official dan pendukung Juventus begitu kecewa, membayangi kiprah sang legenda di Serie B.

Namun, setelah berhasil meraih kemenangan atas Crotone, Piacenza, Modena, Treviso, Triestina, Frosinone dan Brescia, Juventus kembali mendekati zona promosi. Pada musim 2007-2008, Juventus kembali merumput di Serie A. Bangkit dari kubur, Juventus mengamuk di awal kembalinya ke Liga utama. Criscito, Andrade, Grygera, Molinaro, Tiago, Almiron, Vicenzo Iaquita, Nocerico dan Salihamidzic, rupanya mampu membuat Juventus memberi gebrakan di awal musim.

Juventus berhasil menekuk Liorvo 5-1 pada pertandingan perdana, kemudian membekuk Cagliari 3-2, menahan imbang AS Roma dengan skor 2-2, dan memecundangi Reggina dengan 4-0, menekuk Empoli 3-0, dan menahan sang juara bertahan dengan skor 1-1. Musim itu Juventus kembali memosisikan dirinya ketiga besar setelah berhasil menundukkan AC Milan, Parma, Atlanta dan Lazio.

Memang Juventus tidak berhasil menduduki posisi puncak, tapi untuk sebuah klub yang baru saja merangkak naik dari Serie B, posisi tiga bukanlah raihan yang buruk. Juventus juga mencatatkan kebanggaan lain di musim itu melalui sang kapten, Del Piero yang berhasil menjadi top scorer dengan menyarangkan 21 gol ke gawang lawan di sepanjang musim.